DO WHAT IS RIGHT, NOT WHAT IS EASY

DO WHAT IS RIGHT, NOT WHAT IS EASY

The time is always right to do what is right – Martin Luther King

Jaman sekarang kita banyak menemukan orang yang ahli, namun sedikit yang memiliki integritas. Tontonlah berita di televisi, maka Anda akan menemukan banyak contoh mengenai nilai-nilai integritas yang diabaikan. Pemimpin institusi negara menyalahgunakan jabatan, suami yang berselingkuh, ibu rumah tangga yang menjual anak-anaknya. Para pemimpin kerohanian bertindak tidak bijaksana sehingga menimbulkan kepahitan dan apatisme dari para pengikutnya. Krisis yang paling signifikan yang kita hadapi dalam negara kita saat ini bukanlah dalam bidang ekonomi dan politik. Krisis signifikan yang kita hadapi pada masa ini adalah krisis integritas.

DEFINISI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integritas adalah mutu, sifat, keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Seorang yang memiliki integritas akan mengerjakan apa yang ia katakan karena pikiran, perkataan, dan perbuatannya selaras. Seorang yang memiliki integritas adalah seseorang yang melakukan kebenaran yang ia pegang secara konsisten dengan tanpa kompromi, meskipun dalam situasi yang sulit dan tidak ada seorang pun yang melihat serta menghargainya.

KOMPROMI

Lawan dari integritas adalah kompromi. Orang yang memiliki integritas tahu kebenaran apa yang dia pegang dan ia akan rela mempertahankannya walaupun dengan susah payah melewati banyak tantangan dan ujian. Tokoh masyarakat kita saat ini yang terkenal oleh karena integritas yang ia pegang adalah Gubernur DKI Jakarta, Bapak Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Sikap no kompromi yang ia pegang menyulut kebencian dari berbagai pihak, namun ia tetap berpegang teguh pada kebenaran yang ia yakini. Berulang kali bahkan Ahok menyatakan bahwa ia siap mati demi mempertahankan konstitusi.

Budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini adalah relativisme moral. Tidak ada hal yang memiliki kebenaran yang absolut. “Benar menurut loe belum tentu benar menurut gue”. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa kebenaran yang absolut itu ada. Beberapa hal selalu benar bagi semua orang dan beberapa hal selalu salah bagi semua orang. Kita harus mengambil keputusan sendiri, “Apakah saya akan mempercayai firman Allah sebagai otoritas kehidupan saya, atau apakah saya akan berkompromi dengan lingkungan saya?”.

Lalu, bagaimana caranya menjadi seorang yang memiliki integritas?

  1. WHO AM I?

Perhatikan hal ini: siapa kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan. Apa yang kita lakukan ditentukan oleh siapa kita dan oleh keyakinan-keyakinan kita mengenai diri sendiri dan orang-orang lain. Alkitab mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Dalam prakteknya, kita harus terus tahu bahwa kita adalah anak-anak Allah dan terus mengingatkan pada diri kita bahwa kita adalah anak Allah, pribadi yang baru dalam Kristus, dan hidup karena kasih karunia Allah. Keyakinan akan identitas kita sebagai anak Allah akan mengharuskan kita berjalan di dalam terang dan melakukan kebenaran sesuai dengan identitas tersebut.

Contohnya begini: jika saya tahu bahwa saya adalah wanita, KTP saya berjenis kelamin wanita, maka secara otomatis, apakah ada yang memperhatikan atau tidak, maka saya akan pergi ke toilet wanita, memakai pakaian wanita, dan berperilaku sebagai wanita di mana pun, kapan pun, serta di depan siapa pun. Tidak mungkin saya menjadi pria dan wanita pada saat yang bersamaan, kecuali jika saya mengalami masalah dengan kepribadian dan identitas saya. Sama halnya dengan identitas kita sebagai anak Allah. Jika kita tahu bahwa kita adalah anak Allah, maka kita tahu bahwa Allah adalah kudus sehingga kita pun disebut orang-orang kudus. Tidak mungkin kita menjadi orang kudus hanya di hari Minggu saja sedangkan Senin sampai Sabtu kita menjadi orang yang tidak kudus.

  1. ALL THE SMALL THINGS

 Integritas dimulai dari hal-hal yang kecil. Seperti mengembalikan uang kembalian dengan benar, menepati janji, datang tepat waktu, tetap rajin bekerja meski bos tidak ada, tetap mengerjakan ujian dengan jujur walaupun tidak ada pengawas ujian, dan lain-lain. Sama dengan integritas, kompromi juga dimulai dari hal-hal yang kecil. Banyak orang mau terima yang besar namun tidak mau tanggung jawab yang besar. Itu sebabnya penting untuk belajar dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu.

Rick Warren dalam The Purpose Driven Life mengatakan bahwa, “Watak atau karakter Anda pada dasarnya merupakan jumlah dari kebiasaan-kebiasan Anda”. Ingat, kompromi-kompromi kecil dapat menyebabkan kejatuhan besar! Ujian bagi karakter kita yang paling besar muncul pada saat yang penuh tekanan, atau pada saat tidak ada tekanan. Bagaimana kita konsisten melakukan kebenaran akan menentukan bagaimana kita melewati ujian tersebut.

  1. DO YOUR BEST!

Joshua Maruta dan Cornelius Sianturi dalam buku The Secret of Personal Power mengatakan bahwa otak kita memiliki kemampuan yang luar biasa. Otak terdiri dari 100 milyar sel-sel otak dan hanya digunakan sebanyak kurang dari 1%. Salah satu penyebab kita tidak menggunakan potensi otak kita adalah karena kita malas sehingga tidak memberikan informasi yang cukup. Semakin banyak kita belajar, semakin sering kita gunakan otak, maka kita akan semakin cerdas.

Setiap tantangan dan kesulitan yang muncul dalam kehidupan kita adalah kesempatan bagi otak kita untuk belajar hal yang baru. Orang yang memiliki integritas tidak berhenti melakukan yang terbaik hanya karena tidak ada yang memberikannya penghargaan atau pun bayaran yang sesuai. Firman Tuhan katakan,” Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23).

Mengapa integritas penting?

Integritas memaksimalkan potensi anda. Berlaku benar di mana pun dan kapan pun akan memaksimalkan kapasitas anda, baik secara spiritual, fisik, emosional, finansial, dan relationship  sehingga anda akan menjadi orang yang extraordinary, di atas rata-rata.

Integritas melahirkan kepercayaan. Orang yang berintegritas akan konsisten melakukan kebenarannya. Orang-orang di sekitarnya akan merasa aman bekerja dengannya dan percaya apa yang dikatakannya. Anak-anaknya menghormatinya karena anak lebih banyak belajar dari melihat perilaku dari pada mendengar nasehat orang tuanya. Your action speak louder than your words.

Happiness is when what you think, what you say, and what you do, are in harmony. Orang yang memiliki integritas adalah orang yang sehat secara fisik, mental, dan roh karenanya semuanya selaras, tidak ada yang disembunyikan atau ditutup-tutupi. Jika pikiran, perasaan, dan perbuatan selaras, maka stress hilang, tubuh pun segar. Amsal mencatat, “Whoever walks in integrity walks securely… (Proverbs 10:9). Beberapa orang mungkin membenci anda karena integritas anda, namun tidak usah khawatir karena anda tahu siapa Pembela anda.

Let us  be the right person privately, publically, and personally!

Love, Karlina Kurniawati

*published on Tabloid Fresh – March 2015

LOVE IS LIVE

LOVE IS LIVE

Love desires to benefit others at the expense of self, because love desires to give – E.L. Cole

Barangkali tidak ada dimensi lain dari pengalaman manusia yang telah dipikirkan, dibahas, diperdebatkan, dianalisis, dan diimpikan lebih dari pada cinta. Kasih sayang atau cinta ada di mana-mana. Di dalam buku, lagu, televisi, dan di layar bioskop. Ia hadir di pedesaan, pertanian, sampai ke perkotaan, dan istana raja. Sumber sukacita dan penderitaan manusia ditemukan di dalam cinta.

Saat ini kita memasuki Bulan Februari yang diidentikkan dengan Bulan penuh kasih sayang. Khusus setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentine. Tradisi Valentine yang paling umum dilakukan adalah dengan memberikan coklat sebagai tanda cinta kepada orang-orang yang dicintai. Sebenarnya bagaimana sejarah munculnya Valentine’s Day? Bagaimana terjadinya cinta? Dan apakah cinta sejati itu?

SEJARAH VALENTINE’S DAY

Sebenarnya tidak ada yang mengetahui secara jelas tentang sejarah Hari Valentine, bahkan muncul banyak versi yang beredar mengenai asal usul hari valentine. Namun diantara banyak versi yang beredar tersebut, Pdt. Dr. Andar Ismail dalam bukunya: Selamat Panjang Umur, berpendapat bahwa asal-usul hari kasih sayang tidak lepas dari kisah seorang Uskup di Terni, Italia yang bernama Valentinus, yang dihukum penjara oleh Kaisar Claudius dari Romawi karena ia tidak mau berperang.

Namun dari dalam penjara di mana ia dianiaya, Uskup Valentinus mengingat semua orang yang dicintainya. Dalam sel penjara tiap hari ia membuat kartu bergambar hati dengan ucapan aku cinta padamu. Kartu-kartu itu dikirim satu persatu kepada tiap orang yang dicintainya. Setelah Uskup Valentinus dihukum mati, orang-orang di penjara itu melanjutkan kebiasaan membuat dan mengirimkan kartu bergambar hati dan ucapan kasih sayang turun temurun.

Kisah kasih sayang Uskup Valentinus membuat Gereja Katolik menyatakannya sebagai seorang Santo. Dan pada tanggal 14 Februari dirayakan sebagai hari Santo Valentine, sebab menurut tradisi yang dipercaya, ia lahir pada tanggal 14 Februari 270.

BAGAIMANA PROSES JATUH CINTA TERJADI?

Menurut beberapa ilmuwan, jatuh cinta disebabkan oleh kerja hormon di dalam tubuh kita, antara lain hormon feromon, dopamin, phenylethilamin, adrenalin, oksitsin, testoteron, norepinephrin. Feromon mengirim sinyal kimia pada lawan jenis, disebut-sebut berperan penting dalam menyebabkan ketertarikan seksual kita pada orang lain. Dopamin dikeluarkan pada saat kita merasa senang ketika jatuh cinta dan membuat kita akan merasa tak ada yang lebih penting di dunia ini selain ia yang kita cintai. Phenylethilamine (PEA) membuat wajah sang pujaan hati selalu terbayang-bayang, selalu ingin bertemu, makan tak enak, tidur pun tak nyenyak. Adrenalin menghilangkan nafsu makan karena membuat organ pencernaan bekerja lebih lambat. Oksitosin adalah zat kimia yang membuat seseorang memiliki ikatan dan keintiman dengan pasangannya. Hormon ini dilepaskan saat seseorang memeluk, mencium, dan menyentuh orang yang dicintainya. Hormon testoteron berperan dalam gairah seksual pria dan wanita. Sedangkan hormon norepinephrin dikaitkan dengan reaksi berbunga-bunga saat jatuh cinta.

Konon, reaksi hormon-hormon tersebut kira-kira berlangsung selama 4 tahun dan setelah itu tubuh akan menjadi “kebal” dengan pemicu-pemicunya. Lalu pertanyaannya adalah, apakah cinta itu tidak abadi?

TINGKATAN-TINGKATAN CINTA CINTA

Seperti kedewasaan, kasih juga merupakan suatu proses daripada keadaaan yang tetap. Orang tidak hanya“jatuh cinta” tapi mereka juga bertumbuh di dalamnya. Kasih yang dewasa meliputi pertumbuhan dari keadaan menerima banyak dan memberi sedikit kearah keadaan memberi segalanya dan tidak menuntut balas. Keseluruhan proses ini merupakan bagian dari kedewasaan. Bahasa Yunani setidaknya memiliki 3 kata berbeda untuk kasih, masing-masing menggambarkan sisi berbeda atau tingkatan dari kasih.

Tingkat pertama adalah eros, ditemukan dalam literatur Yunani sekuler tapi tidak pernah digunakan dalam Alkitab. Eros merupakan cinta manusia semata. Itu sering menunjuk pada cinta seksual, seperti dalam bahasa Inggrisnya “Erotic”. Pemikiran dasar dalam eros adalah mendapatkan sesuatu bagi diri sendiri. Eros selain mengandung kasih bagi sesama juga kasih bagi diri sendiri. Itu berkata “Aku mengasihimu karena kamu membuat saya bahagia.” Dasarnya adalah karakteristik dari seseorang yang menyenangkan kita, seperti kecantikan, kebaikan, atau talenta. Jika karakteristik itu hilang maka tidak akan ada yang tersisa, kasihnya hilang. Jenis cinta yang seperti ini biasanya mencari apa yang bisa didapat. Itu mungkin memberi sedikit, tapi motivasinya mendapat sesuatu sebagai balasan. Jika gagal mendapatkan apa yang diinginkan, bisa menjadi permusuhan, kepahitan atau kebencian. Reaksi hormonal seperti yang dijelaskan di atas bekerja pada tingkatan ini. Itulah sebabnya maka cinta yang didasarkan oleh nafsu tidak akan bertahan lama.

Tigkatan kedua adalah philia. Philia berhubungan lebih ke jiwa serta kepribadian manusia seperti intelektual, emosi, dan kehendak, dari pada ke fisik. Kata yang dapat mewakili tingkatan ini ada persahabatan. Dalam tingkatan ini kita mendapatkan sesuatu tapi kita juga mau memberikan bagian kita. Jika eros mementingkan kebahagiaan saya, maka philia mementingkan kebahagiaan kita. Tingkatan ini setingkat lebih tinggi dari pada eros karena philia sudah memikirkan kepentingan orang lain juga, di samping kepentingan pribadi. Prinsip yang digunakan adalah win-win solution.

Tingkatan tertinggi adalah agape. Ia tidak mencari kesenangan diri sendiri tapi senang memberi. Agape tetap mengasihi bahkan saat obyeknya tidak membalas, berbuat tidak baik, bahkan menyakiti. Ia hanya menginginkan kebahagiaan orang yang dikasihi, memberi semuanya, dan tidak mengharapkan balasan. Kasih yang sejati menerapkan disiplin, koreksi, dan teguran walaupun dengan resiko dibenci namun demi kebaikan yang dicintainya. Abraham Maslow menyatakan salah satu tingkatan dalam kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk dicintai dan dimiliki. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia akan mencari pemenuhan kebutuhan ini dengan mencari pada manusia yang lain. Pengalaman menunjukkan bahwa tidak ada satu manusia pun dapat memenuhi kebutuhan ini dengan sempurna karena manusia hanya mampu mengasihi sampai pada tingkat philia.

Teladan utama dan sumber satu-satunya dari agape adalah Tuhan Yesus sendiri yang rela mati di kayu salib demi menebus umat yang dikasihi-Nya. Ia sendiri adalah kasih. Kita yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah tentunya juga adalah kasih. Saat kita menerima Yesus sebagai juruselamat kita, maka Tuhan memberikan kasih agape ke dalam diri kita sehingga kita dapat menyatakannya dalam kehidupan kita (1 Yoh. 4:16). Hanya Tuhan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia untuk dicintai secara sempurna. Seperti ada tertulis, Kita dapat mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh 4:19).

CINTA SEJATI

Cinta yang sejati membuat seorang pemuda setia menanti pasangan yang diberikan Tuhan tanpa perlu bergonta-ganti pasangan. Cinta sejati menjadikan kekudusan sebagai landasan dalam berpacaran dan tidak menuntut pemuasan nafsu. Cinta sejati membuat orang tua membesarkan dan mendidik anak-anaknya tanpa pamrih. Cinta sejati juga yang membuat anak-anaknya menghormatinya dan tidak pernah berhenti mengasihinya. Cinta sejati memampukan sepasang suami istri berkomitmen untuk berjalan bersama mengarungi bahtera rumah tangga walaupun dengan beragam perbedaan. Cinta sejati berani mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan orang banyak.

Biarlah di bulan ini kita dapat merenungkan kasih Tuhan yang karena-Nya kita hidup dan dapat membagi kasih kita kepada sesama kita. Love God, love people, Happy Valentine’s Day!

*published on Tabloid Fresh – February 2015

RESOLUSI TAHUN BARU

RESOLUSI TAHUN BARU

A new year. A new you

Tahun telah berganti, tidak terasa kita telah memasuki tahun 2015. Sebagian besar orang memasuki tahun baru dengan semangat dan harapan baru, serta doa agar tahun yang baru ini lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya. Tidak sedikit juga orang yang menyusun resolusi pribadi untuk tahun 2015. Sebenarnya, apakah resolusi itu? Dari mana asalnya? Apakah manfaatnya? Bagaimana cara membuatnya?

Sejarah Resolusi Tahun Baru

Berdasarkan hasil googling, kKonon, resolusi tahun baru sudah dilakukan sejak 4.000 tahun yang lalu, ketika bangsa Babilonia menggunakan momen pergantian tahun untuk mengucapkan janji-janji kepada dewa-dewa, bahwa mereka akan mengembalikan barang-barang pinjaman dan membayar hutang-hutang. Tujuannya agar para dewa menganugerahkan berkat kepada mereka selama dua belas bulan mendatang.

Bangsa Romawi juga mengikuti jejak tersebut. Tiap akhir tahun mereka mengucap janji serupa kepada Dewa Janus yang menjadi simbol resolusi karena memiliki dua sisi wajah yang menghadap ke masa lalu dan masa depan. Untuk menghormatinya, orang Romawi pun memberi nama bulan pertama setiap tahun dengan nama Januari yang berasal dari nama Janus. Setiap awal tahun, orang-orang Romawi meminta pengampunan dari musuh mereka dan melakukan tradisi saling tukar hadiah dan saling mendoakan untuk satu tahun ke depan. Menurut Profesor Richard Alston dari Departement of Classic di Royal Holloway University di London, pada tahun baru, semua warga negara Romawi diberikan sebuah kesempatan untuk merenungkan masa lalu dan memandang ke tahun depan. Tradisi ini kemudian diteruskan para ksatria pada abad pertengahan untuk memperbaharui sumpah ksatria menjelang akhir tahun.

Tradisi Yahudi

Dalam tahun baru Yahudi yang disebut Rosh Hashanah hingga puncaknya di Yom Kippur (Hari Penebusan), setiap orang Yahudi berdoa dan instrospeksi perbuatan mereka sepanjang tahun lalu, dan berusaha untuk mencari dan memberikan maaf kepada orang lain. Mereka membuat beberapa daftar rencana untuk mengubah cara hidup yang lama dan membuka lembaran tahun yang baru dengan sebuah tujuan yang dibalut tekad yang kuat. Pada hari raya ini, serunai atau shofar (semacam terompet) ditiup di sinagoge sebagai tanda panggilan untuk pertobatan.

Apakah Arti Resolusi?

Menurut Oxford Dictionary, Oxford Dictionary, kata “resolution”  memiliki makna firm decision to do or not to do something – keputusan yang sungguh-sungguh untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Menurut Wikipedia, resolusi tahun baru adalah sebuah tradisi di mana seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang dimulai pada hari Tahun Baru.

Apakah Manfaat Resolusi?

Resolusi bermanfaat sebagai salah bentuk dari perencanaan yang kita buat untuk diri kita secara pribadi berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, dan tujuan yang ingin dicapai di tahun yang mendatang. Dalam ilmu Manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan, membuat strategi, dan mengembangkan aktivititas kerja. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan maka langkah-langkah untuk mencapai tujuan selanjutnya tidak akan dapat berjalan. Tuhan Yesus sendiri juga mengajarkan kepada kita mengenai pentingnya membuat perencanaan terlebih dahulu melalui perumpamaan Pembangunan Menara dan Raja Yang Mau Berperang di dalam Lukas 14:28-32.

Bagaimana Cara Membuat Resolusi?

Sebuah studi pada tahun 2007 yang dilakukan oleh Prof. Richard Wiseman dari University of Hertfordshire melibatkan 700 sukarelawan yang membuat resolusi tahun baru yang meliputi  berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau memulai hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 22% dari sukarelawan yang berhasil memenuhi tujuan resolusi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang membuat tujuan dan semangat di awal namun tidak menyelesaikannya sampai akhir karena tidak tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan mereka tersebut.

Hal pertama yang dilakukan dalam membuat resolusi adalah berdoa. Libatkan Tuhan dalam setiap perencanaan Anda (Yak. 4:13-17). Kita harus menyadari bahwa Tuhan menciptakan kita semua dengan tujuan. Oleh karena itu kita perlu berdoa agar rencana yang kita buat sesuai dengan rencana-Nya, serta mohon tuntunan Roh Kudus untuk senantiasa membimbing kita memenuhi rencana-Nya dalam kehidupaan kita.

Yang kedua adalah buat resolusi yang spesifik. Apa yang ingin kita capai harus dipecah menjadi langkah-langkah yang spesifik dan konkret. Contoh: Saya akan memulai Saat Teduh Pribadi saya setiap hari secara rutin pada pukul 05.00 selama 30 menit. Selama 30 menit tersebut saya akan berdoa, memuji Tuhan, serta membaca Alkitab sebanyak 2 pasal. Resolusi ini merupakan resolusi yang konkret jika dibandingkan dengan membuat resolui “Saya akan rajin bersaat teduh”, atau “Saya akan menyelasikan membaca Alkitab”.

Yang ketiga, tuliskan rencana Anda. Anda dapat menuliskannya pada jurnal/diary/memo pada gadget Anda. Menuliskan rencana Anda merupakan tindakan konkret pertama yang Anda lakukan untuk menuangkan rencana dalam pikiran Anda menjadi suatu tindakan yang nyata. Selain itu, Anda dapat menuliskannya di memo dan menempelkannya di tempat-tempat strategis yang dapat Anda lihat setiap hari, misalnya di cermin meja rias Anda, di kulkas, mobil, atau bahkan meja kerja Anda supaya Anda dapat melihatnya setiap saat dan tidak lupa pada resolusi Anda.

Yang keempat, lakukan dengan konsisten. Dalam berbagai literatur ilmiah maupun agama, untuk mengubah suatu perilaku atau membiasakan perilaku yang baru butuh 40 hari berturut-turut tanpa jeda secara konsisten. Sesuai contoh di atas, supaya tubuh kita terbiasa melakukan Saat Teduh Pribadi setiap hari pukul 05.00, maka kita perlu melakukannya dengan konsisten selama 40 hari.

Yang kelima, berbagi dengan orang lain. Sampaikan resolusi Anda kepada orang lain yang Anda percayai supaya orang tersebut dapat menjadi partner Anda dalam mencapai tujuan. Lebih baik jika orang tersebut adalah orang yang memiliki tujuan yang sama sehingga Anda dan rekan Anda tersebut dapat saling mendukung dan berbagi pengalaman satu dengan yang lain. Contohnya, Anda dapat mencari teman Anda yang juga memiliki resolusi Saat Teduh Pribadi agar Anda dapat saling berbagi apa yang Anda dapatkan setiap pagi.

Yang terakhir, tulislah kemajuan Anda. Dengan menuliskan kemajuan Anda, maka diri Anda akan semakin tertapacu untuk mencapai lebih lagi. Seorang yang tidak mengetahui apa yang ia capai cenderung akan merasa apa yang ia lakukan hanyalah usaha menjaring angin dan kehilangan semangat untuk mencapai tujuannya.

            Rasul Paulus adalah contoh di Alkitab mengenai orang yang yang memiliki kebulatan tekad, dengan sebuah pernyataannya yang terkenal mengenai pelari di dalam pertandingan (1Kor. 9:24-27). Mari kita meneladani kebulatan tekadnya untuk mencapai resolusi kita di tahun 2015. Stop saying “I wish” but start saying, “I will” then “I did it” at the end! Good luck!

*published on Tabloid Fresh – January 2015

ALL THINGS NEW

ALL THINGS NEW

“Change alone is eternal, perpetual, imortal” – Arthur Schopenhauer

Tuhan menjadikan segala sesuatu baru (Why. 21:5; 1 Pet.1:3-5) dan di mana ada pembaharuan, pasti ada perubahan.

 

Everythings Changes

Ada kutipan yang berkata, “Tak ada yang abadi. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri”. Segala sesuatu di dalam dunia ini pasti mengalami perubahan. Setiap saat kita mengalami perubahan; siang berganti malam, hari yang baru, minggu yang baru, bulan yang baru, musim yang baru, dan bahkan trend yang baru. Di dalam diri individu kita sebagai manusia pun kita mengalami perubahan baik secara fisik, karakter, usia, peran, lingkungan sosial, dan lain sebagainya. Ada perubahan yang disebabkan oleh pindah kerja, pernikahan, kelahiran anak, penyakit, perpisahan, jenjang pendidikan, maupun situasi negara.

Indonesia baru saja mengalami perubahan kepemimpinan dengan dilantiknya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Beberapa perubahan yang signifikan mulai tampak di dalam gaya pemerintahannya. Mulai dari pembentukan Kabinet Kerja, dress code kemeja putih dengan lengan digulung dan batik coklat, blusukan, dan banyak perubahan lainnya. Dengan atau tanpa kita sadari, Indonesia telah masuk ke dalam era yang baru. Mau tidak mau, kita sebagai rakyat Indonesia tentunya akan merasakan dampak dari perubahan-perubahan ini, sehingga kita harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.

Change is A Life Stye

 

Bagi orang Kristen sendiri, perubahan adalah gaya hidup. Pada waktu kita menerima Kristus, kita diterima dan dibenarkan oleh-Nya. Tetapi kita tidak menjadi serupa dengan-Nya dalam waktu sekejap. Kita mengalami suatu proses perubahan untuk menjadi orang-orang yang Allah inginkan (2 Kor. 5:17).

Ada orang-orang yang mengalami ketakutan jika harus mengalami perubahan. Gejala ini dinamakan sophophobia. Dalam sebuah tayangan di salah satu televisi swasta, Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar Manajemen di Universitas Indonesia) mengatakan bahwa masyarakat Indonesia hari-hari ini mengalami sophophobia karena setiap kali ada kebijakan baru dari pemerintah, ada saja orang-orang yang langsung memprotes tanpa mengkaji masalahnya terlebih dahulu. Sebagian besar orang takut jika harus berhadapan dengan sesuatu yang baru. Mereka takut berubah dan keluar dari zona nyamannya.

Siap Berubah?

 

Sebagai orang Kristen, kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang menguasai masa dan waktu. Ia yang berkuasa atas pemerintah-pemerintah di bumi (Daniel 2:21). Jika Ia yang menguasai segala-galanya, maka kita tidak perlu takut dalam menghadapi perubahan-perubahan dalam hidup kita. Ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan pada saat mengalami perubahan dalam hidup kita:

  1. Pray, atasi kegelisahan dan ketakutan dalam masa perubahan dengan datang kepada Tuhan, karena dari Dialah datangnya pertolongan kita (Mzm 121, Yer. 17:7-8);
  2. Purpose, temukan tujuan hidup. Dengan mengetahui tujuan hidup Anda di dalam Tuhan, maka Anda tidak mudah terseret dan kehilangan fokus pada masa-masa transisi dalam perubahan (Kol. 1:16b),
  3. Plan, membuat rencana setahap demi setahap untuk membawa Anda dari tempat Anda sekarang ke tempat yang ingin Anda tuju (Ams. 16:3). Dengan membuat perencanaan bukan berarti kita tidak bersandar pada Tuhan. Ia telah memberikan kita karunia-karunia termasuk kecerdasan kita,
  4. Persistance, jangan pernah berhenti belajar. Belajar adalah proses seumur hidup. Pengalaman yang baik kita gunakan sebagai referensi, pengalaman yang buruk sebagai pembelajaran. Semuanya terjadi atas seijin Tuhan untuk membentuk kita semakin serupa dengan Kristus (Yak. 1:12).

Perubahan akan senantiasa kita hadapi. Seringkali perubahan membuat diri kita tidak nyaman bahkan terasa menyakitkan apabila kita harus kehilangan sesuatu dan harus memulai yang baru. Namun satu hal yang perlu kita pegang bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr.13:8). Sebentar lagi kita akan memasuki tahun yang baru, siapkan diri Anda, and never stop learning because He makes all things new!

*published on Tabloid Fresh – November 2015

Kidung Agung – Song of Songs

Kidung Agung – Song of Songs

Banyak pertanyaan mengenai mengapa Kidung Agung dimasukkan ke dalam Alkitab. Alasan mereka mempertanyakannya adalah karena menurut mereka isi Kidung Agung adalah pornografi, tidak senonoh, tidak kudus, untuk ukuran sebuah kitab suci.

Well, hari ini pembacaan Alkitabku masuk ke Kidung Agung. Nothing’s wrong. Apa yang salah dari ekspresi cinta sepasang suami dan istri? Apa yang salah dalam kehidupan pernikahan seorang pria dan seorang wanita? Bukankah itu kudus? Bukankah Kristus sendiri melambangkan hubungannya dengan jemaat bagaikan hubungan suami dan istri?

Kidung Agung tidak menuliskan kehidupan pernikahan seorang pria dengan banyak wanita. Ia tidak berisi kisah perselingkuhan. Ia tidak menuliskan kehidupan seks yang tidak wajar. It’s normal.

Saat membaca kita ini, aku seperti melihat sepasang suami istri yang dimabuk asmara. I always happy to look at that kind of love bird, and I used to be that romantic with my lover. Like Song of songs said,

I belong to my lover, and his desire is for me. – Song of songs 7:10

As for me, lebih baik menunjukkan kemesraan suami istri daripada KDRT, perselingkuhan, abnormal sex, kepada orang lain, lebih-lebih kepada anak-anak kita. Lebih baik ajarkan healthy intimacy daripada kekerasan, makian, dan pemberontakan. Karena ketika hidup pernikahan sehat, maka it shows that true love does exist. Kidung Agung mengajar kita untuk membina hubungan suami istri yang saling menghargai, memuja, mengagumi, memuaskan, dan bergantung satu dengan yang lain. So, where is the porn?

 

 

Singkong Keju

Singkong Keju

Aku baru tahu kalau ternyata buat singkong keju itu ga pake keju sama sekali. Dan setelah diangankan dari lama, akhirnya hari ini aku memberanikan diri untuk menulis resep di blog (walaupun resep cemilan gampang tapi yang penting udah mulai :p )! Yaayy!

Singkong Keju

Bahan:
1 Kg singkong, cuci bersih, kupas, potong-potong. Cari singkong yang ga keras. Caranya? Waktu beli minta penjualnya untuk belah singkongnya. Kalau gampang patah berarti empuk.
3 siung bawang putih, memarkan
Garam secukupnya
1.5 L air untuk merebus
2 sdm margarin
Minyak

Cara membuat:
Didihkan air dalam panci. Setelah mendidih, rebus singkong bersama bawang putih, tambahkan garam.
Setelah empuk (10-15 menit), matikan api.
Segera angkat singkong dan siram dengan air dingin, tiriskan (air dingin supaya singkongnya garing).
Panaskan minyak, tambahkan margarin, jika minyak sudah panas betul, goreng singkong sampai berwarna kekuningan. Angkat, tiriskan.
Sajikan selagi panas.

Ini enak banget dimakan pas hujan2. Apalagi pake teh panas. Astagaaaa….
Cemilan enak, murah meriah. Di Pasar Grogol singkong sekilo 4 ribu saja.

Happy cooking!

image
Ini sebenarnya waktu ngerebus terlalu empuk jadinya waktu digoreng malah jadi bubur. Hahaha.. tapi rasanya oke juga. Teksturnya empuk banget tapi ada garing-garingnya gitu.
Kalau Jodoh Mukanya Mirip

Kalau Jodoh Mukanya Mirip

Katanya kalau jodoh mukanya mirip. Aku sama bojo ga mirip. Mataku meruncing, dia bulat sekali. Mukaku panjang, dia kotak khas orang Karo banget. Hidungku lurus agak bulat, dia mancung dan besar sekali. Alisku tipis, bulu mata sedikit. Dia, sebaliknya, alis tebal sekali, bulu mata lebat. Bibirku tipis atas bawah, dia bibir atas tipis, bawah tebal. Rambutku super lurus, rambutnya super keriting sampe2 waterproof-air ga bisa nembus. Jidatku jenong, jidat dia… mmmmm… ga sejenong aku pastinya… hehehe…

Sifat dan karakter juga ga mirip,
Aku sanguin kolerik, dia plegmatis melankolis,
Aku tipe belajar visual kinestetik, dia audio,
Minatku interpersonal dan seni, dia mekanik tekhnik,
Aku extrovert, dia introvert,
Aku blak-blakan, dia kalem banget,

Aku mix Chinesse Jawa Manado, dia Batak Karo pure 100%.

Tapi,
Walaupun ga mirip, tapi aku percaya bahwa dia jodohku. Kenapa? Karena justru perbedaan-perbedaan itulah yang menjadikan indah hubungan kami.
Our love grows in diversity, how to complete each other…
How to respect differences, how to give, how to receive, how to understand, how to keep silent, how to say sorry, how to appologize, how to sleep together every single night in peace (not in war 😉 )
And I thank God who made us as husband and wife, as a family.
I thank God, because he’s been use us in His work, even in diversity in such a beautiful way… I believe God has setting things right for us.

So, kalau jodoh mirip, kami pun… mirip imannya dalam Tuhan.

And that’s everything 😉

image

image